Di dalam kehidupan kita manusia sering sekali bertanya pada diri kita sendiri apakah dirikita sudah benar dalam menjalani kehidupan apakah kurang benar untuk menjalani sebuah kehidupan ,dan bagaimaimana yang dikatakan kita benar dan bagaimana dikatakan kita salah biasa menjadi dogmatisme dalam pikiran kita karena manusia tak sempurna dan kesempurnaan hanya milik Tuhan semata.
Seiring pemikiran tersebut kami ingin menuangkan bahasa-bahasa yang ada dalam kejadian - kejadian yang di alami dalam kehidupan ini ,disini yang berperan menjadi obyek dalam kehhidupan adalah manusia sendiri dan alam sekitar untuk memahami apakah kehidupan itu dan kenapa kita dihidupkan,serta untuk apa kita hidup mungkin sering menjadi pertanyaan peda diri kita tapi di sini lebih dalam lagi berpikir untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut mungkin sulit tapi menjadi asiek kitika kita pikir dan menjadi teka-teki yang harus kita buka atau kita kaji ulang untuk sebagai sumber ilmu atau pengetahuan yang akan kita sendiri temukan.
Sebenarnya di dalam agama apapun sudah ada konsep atau pencerahan yang sudah terbuaka, tapi apakah setiap orang akan mampu untuk memahami dan mentafsirkanya, sebenarnya manusia dalam wujud fisik sudah diberi kesempurnaanya juga kelengkapan naluri yang istimewa untuk menunjang kehidupan manusia sendiri untuk mencari terang di dalam gelap seperti lampu yang di yalakan di hdalam kegelapan ,dalam keyakinan manusia di ciptakan dalam bentuk dasar tersusun dari jiwa,raga,dan roh.kelengkapan yang begitu luar biasa dan mutlak kebenaranya ,
Dan manusia memiliki agama sebagai penuntun dalam kehidupannya apapun agamanya tidak ada masalah karena sebenernya sama dalam konsepnya yaitu mengatur manusia dalam jalan yang benar seperti itu yang diajarkan oleh agama apapun .
Tapi dikejadian dalam kehidupan kenapa karena agama bisa menjadi peperangan,kenapa dengan adanya agama bisa mnjadi perpecahan ,apakah agama diciptakan untuk perpecahan dan pertikaian apakah agama diciptakan untuk peperangan dan siapa yang benar dan siapa yang salah.
disitulah terjadinya pertanayaan dari kebingunan yang menjadi paradigma dalam kepercayaan
kami disini akan mencoba menafsirkan untuk menjawab dari paradigma kepercaayan jadi jawabanya adalah menurut kita individu masing-masing mana yang akan diagap benar dan yang diyakininya .selanjutnya nunggu untuk diterbitkan ya ,..trimakasih
Seiring pemikiran tersebut kami ingin menuangkan bahasa-bahasa yang ada dalam kejadian - kejadian yang di alami dalam kehidupan ini ,disini yang berperan menjadi obyek dalam kehhidupan adalah manusia sendiri dan alam sekitar untuk memahami apakah kehidupan itu dan kenapa kita dihidupkan,serta untuk apa kita hidup mungkin sering menjadi pertanyaan peda diri kita tapi di sini lebih dalam lagi berpikir untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut mungkin sulit tapi menjadi asiek kitika kita pikir dan menjadi teka-teki yang harus kita buka atau kita kaji ulang untuk sebagai sumber ilmu atau pengetahuan yang akan kita sendiri temukan.
Sebenarnya di dalam agama apapun sudah ada konsep atau pencerahan yang sudah terbuaka, tapi apakah setiap orang akan mampu untuk memahami dan mentafsirkanya, sebenarnya manusia dalam wujud fisik sudah diberi kesempurnaanya juga kelengkapan naluri yang istimewa untuk menunjang kehidupan manusia sendiri untuk mencari terang di dalam gelap seperti lampu yang di yalakan di hdalam kegelapan ,dalam keyakinan manusia di ciptakan dalam bentuk dasar tersusun dari jiwa,raga,dan roh.kelengkapan yang begitu luar biasa dan mutlak kebenaranya ,
Dan manusia memiliki agama sebagai penuntun dalam kehidupannya apapun agamanya tidak ada masalah karena sebenernya sama dalam konsepnya yaitu mengatur manusia dalam jalan yang benar seperti itu yang diajarkan oleh agama apapun .
Tapi dikejadian dalam kehidupan kenapa karena agama bisa menjadi peperangan,kenapa dengan adanya agama bisa mnjadi perpecahan ,apakah agama diciptakan untuk perpecahan dan pertikaian apakah agama diciptakan untuk peperangan dan siapa yang benar dan siapa yang salah.
disitulah terjadinya pertanayaan dari kebingunan yang menjadi paradigma dalam kepercayaan
kami disini akan mencoba menafsirkan untuk menjawab dari paradigma kepercaayan jadi jawabanya adalah menurut kita individu masing-masing mana yang akan diagap benar dan yang diyakininya .selanjutnya nunggu untuk diterbitkan ya ,..trimakasih

No comments:
Post a Comment